STANDARD
TECHNIQUE
·
ASME
ASME
(American Society of Mechanical Engineering) adalah organisasi dari Amerika
Serikat yang mempublis standart yang digunakan dunia teknik yang meliputi
konstruksi dan inspeksi. Adapun cakupan ASME adalah sebagai berikut:
a.
ASME Section I (2010)
Membahas tentang Konstruksi Power Boiler
(Rule for Construction of Power Boiler).
b.
ASME Section II (2010)
Membahas
tentang Material.
c.
ASME Section IX (2010)
Membahas
tentang Kualifikasi welding dan Brazing
(Welding and Brazing
Qualification).
d.
ASME Section V (2010)
Membahas
tentang Nondestructive Examination.
e.
ASME Section VIII (2010)
Membahas
tentang Konstruksi Power Boiler (Rule for Construction of Power Boiler).
f.
ASME Section XI (2010)
Membahas
tentang Rule Inspeksi Komponen Power Plant Nuklir (Rule for Inservice Inspektion of Nuclear
Power Plant Components).
·
ANSI
ANSI
(American National Standards Institute adalah sebuah kelompok yang mendefinisikan
standar Amerika Serikat untuk industri pemrosesan informasi. ANSI
berpartisipasi dalam mendefinisikan standar protokol jaringan dan
merepresentasikan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan badan-badan penentu
standar International lain, misalnya ISO , Ansi adalah organisasi sukarela yang
terdiri atas anggota dari sektor usaha, pemerintah, dan lain-lain yang
mengkoordinasikan aktivitas yang berhubungan dengan standar, dan memperkuat
posisi Amerika Serikat dalam organisasi standar nasional. ANSI membantu dengan
komunikasi dan jaringan (selain banyak hal lainnya). ANSI adalah anggota IEC
dan ISO.
ANSI
adalah lembaga amerika yang mengeluarkan standard ASCII (American Standard Code
for Information Interchange).ASCII (American Standard Code for Information
Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol
seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124
adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat
komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki
komposisi bilangan biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 00000000 hingga 11111111.
Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255
dalam sistem bilangan Desimal.
SQL
adalah standar ANSI (American National Standards Institute) bahasa pemrograman
untuk mengakses dan memanipulasi database. Statemen SQL digunakan untuk
menerima, mengubah dan menghapus data. SQL bekerja dengan berbagai sistem
database antara lain MS Access, DB2, Informix, MS SQL Server, Oracle, Sybase,
dll.
Sesuai
kegunaan dan perkembangannya, SQL memiliki beberapa versi, tetapi agar tidak
terjadi kekeliruan dibuat standar oleh ANSI, mereka harus memiliki keywords
utama yang dipakai secara umum yaitu (SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, WHERE,
dan sebagainya). ANSI C adalah standar bahasa C pertama.
·
ASTM
ASTM
Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan
standarisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM Internasional
yang berpusat di Amerika Serikat.
ASTM
merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk
pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk
mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang
ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak
digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi
maupun industri.
·
TEMA
The
Tubular Exchanger Manufacturers Association, Inc (TEMA) adalah asosiasi
perdagangan dari produsen terkemuka shell dan penukar panas tabung, yang telah
merintis penelitian dan pengembangan penukar panas selama lebih dari enam puluh
tahun.
Standar
TEMA dan perangkat lunak telah mencapai penerimaan di seluruh dunia sebagai
otoritas pada desain shell dan tube penukar panas mekanik. TEMA adalah
organisasi progresif dengan mata ke masa depan. Anggota pasar sadar dan secara
aktif terlibat, pertemuan beberapa kali setahun untuk mendiskusikan tren
terkini dalam desain dan manufaktur. Organisasi internal meliputi berbagai
subdivisi berkomitmen untuk memecahkan masalah teknis dan meningkatkan kinerja
peralatan. Upaya teknis koperasi menciptakan jaringan yang luas untuk pemecahan
masalah, menambah nilai dari desain untuk fabrikasi.
Apakah
memiliki penukar panas yang dirancang, dibuat atau diperbaiki, Anda dapat
mengandalkan pada anggota TEMA untuk memberikan desain, terbaru efisien dan
solusi manufaktur. TEMA adalah cara berpikir – anggota tidak hanya meneliti
teknologi terbaru, mereka menciptakan itu.
Selama
lebih dari setengah abad tujuan utama TEMA adalah untuk terus mencari inovasi
pendekatan untuk aplikasi penukar panas. Akibatnya, anggota TEMA memiliki
kemampuan yang unik untuk memahami dan mengantisipasi kebutuhan teknis dan
praktis pasar saat ini.
·
JIS
JIS
adalah standar untuk menyepuh plating pemasok untuk membuktikan kualitas mereka
dalam industri otomotif.
Ruang
Lingkup Standar Industri Jepang ini menetapkan peraturan umum untuk menyepuh (Autocatalytic
jenis pelapisan tanpa listrik tidak termasuk), (selanjutnya disebut sebagai
“plating”) pada suku cadang kendaraan bermotor (selanjutnya disebut sebagai
“bagian”) terutama untuk tujuan pencegahan korosi, pencegahan karat dan untuk
tujuan dekoratif.
Standar JIS :
a.
JIS H 0400 Daftar istilah yang digunakan
dalam elektroplating.
b.
JIS 0404 H simbol grafis untuk pelapisan.
c.
JIS H 8501 Cara uji ketebalan untuk
pelapisan logam.
d.
JIS H 8502 Metode uji ketahanan korosi
untuk pelapisan logam.
e.
JIS H 8504 Metode uji adhesi untuk
pelapisan logam.
f.
JIS 8617 H Pelapisan nikel dan krom.
g.
JIS H 8630 Pelapisan pada bahan plastik
untuk tujuan dekoratif.
h.
JIS Z 8902 Xenon standar sumber cahaya
putih.
i.
JIS D 0201 – Automobile bagian-aturan
Umum elektroplating.
·
DIN
DIN (Deutsches Institut für Normung) banyak digunakan
mobil mobil buatan Eropah Namun penamaannya lebih simpel. Kode accu DIN hanya
berupa rangkaian lima angka. Yang perlu diperhatikan, adalah tiga digit angka
terdepan yang menunjukkan kapasitas powernya.
Digit pertama melambangkan angka pertama daya, 5 = 0, 6 =
1, 7 = 2. kedua angka berikutnya tinggal ditempelkan ke angka pertama untuk
mengetahui daya accu. Misal kode 55533, angka pertama 5 = 0, lalu dua angka
berikutnya 55, maka daya accu ini adalah 055Ah. Contoh lain kode 60038, yang
berarti angka pertama 6 = 1, dan angka dua berikutnya 00, yang artinya daya
accu ini adalah 100Ah.
Seluruh accu punya kode besar dan letak kepala pole accu
nya itu “tenggelam“ , sehingga total tinggi/TT (ditambah tinggi pole) sama
dengan tinggi/T (hanya sampai wadah aki). Beda dengan accu JIS yang punya
kepala pole accu nya “timbul ke atas“ (sering disebut nongol), sehingga total
tinggi/TT lebih besar dari tinggi accu/T. Oleh sebab itu, accu type JIS dan DIN
mempunyai penggunaan yang relatif berbeda, yang cenderung disesuaikan dengan
spesifik jenis mobil.
Jadi, sekarang tidak perlu bingung lagi melihat ukuran
ampere yang digunakan di mobil kita. Dengan mencermati ukuran accu lama di
mobil kita, pasti sudah mudah menentukan berapa ampere ukuran yang cocok untuk
ditemukan accu yang cocok dengan kendaraan kita. Bukan hanya itu, kita juga
bisa mencari accu berkapasitas lebih besar yang disesuaikan dengan breket aki
standar.
·
API
API adalah standard yang dibuat oleh American Petroleum
Institute untuk memberikan ranking bagi viskositas dan kandungan oli yang
berlaku. Ijin oli dari berbagai perusahaan yang berbeda dibandingkan dalam
rangka menciptakan standard bobot viskositas. Juga ijin oli dari berbagai
perusahaan berbeda dibandingkan dalam rangka menciptakan standard formulasi isi
kandungan oli ( terutama untuk meyakinkan isi kandungan oli sesuai dengan
aturan system control polusi yang dikeluarkan pemerintah, seperti katalitik
converter, tetapi standard ini lebih mengacu pada oli untuk mesin mobil
daripada untuk mesin motor.
·
BSI
BSI Standar adalah Inggris Badan Standar Nasional (NSB)
dan merupakan pertama di dunia. Ia mewakili kepentingan Inggris ekonomi dan
sosial di semua organisasi standar Eropa dan internasional dan melalui
pengembangan solusi informasi bisnis untuk organisasi Inggris dari semua ukuran
dan sektor. BSI Standar bekerja dengan industri manufaktur dan jasa, bisnis,
pemerintah dan konsumen untuk memfasilitasi produksi standar Inggris, Eropa dan
internasional.
Bagian dari BSI Group, BSI Standar memiliki hubungan
kerja yang erat dengan pemerintah Inggris, terutama melalui Departemen Inggris
untuk Bisnis, Inovasi dan Keterampilan (BIS). BSI Standar adalah nirlaba
mendistribusikan organisasi, yang berarti bahwa setiap keuntungan yang
diinvestasikan kembali ke dalam layanan yang disediakan. Sejak didirikan pada
tahun 1901 sebagai Komite Standar Teknik, BSI Group telah tumbuh menjadi sebuah
organisasi global yang independen terkemuka yang menyediakan jasa solusi bisnis
berbasis standar di lebih dari 140 negara.
·
SNI
Standar
teknik adalah serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi pada saat pembuatan
atau produksi suatu barang. Standar teknik ini dapat menjadi acuan dalam
pemrosesan suatu produk. Dalam suatu produk atau pabrik harus memiliki standar
dalam produknya agar para pembeli dapat mengetahui kualitas suatu produk
tersebut. Contoh standar teknik di Indonesia adalah SNI (standar nasional
Indonesia). SNI adalah satu – satunya standart yang berlaku secara nasional di
Indonesia, dimana semua produk atau tata tertib pekerjaan harus memenuhi
standar SNI ini. Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas, maka SNI
dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, WTO adalah suatu acuan
dalam suatu perumusan SNI di Indonesia. SNI dirumuskan oleh badan standarisasi
yang ditetapkan oleh BSN yaitu untuk membina, mengembangkan serta
mengkoordinasikan kegiatan di bidang standardisasi secara nasional menjadi
tanggung jawab Badan Standardisasi Nasional (BSN). BSN merumuskan SNI dengan
tujuan agar suatu produk dalam produksi mempunyai standar yang baik. Produk
yang tidak memiliki SNI dianggap gagal dalam pemrosesannya dan tidak dapat di
pasarkan diluar. Contoh produk yang terdapat SNI adalah helm.
STANDARD
MANAGEMENT
A.
Standar
Manajemen Mutu
Sistem manajemen mutu adalah sistem yang digunakan untuk
menetapkan Kebijakan (pernyataan resmi oleh manajemen puncak berkaitan dengan
perhatian dan arah organisasinya di bidang mutu) dan sasaran mutu (segala
sesuatu yang terkait dengan mutu dan dijadikan sasaran atau target pencapaian
dengan menetapkan ukuran atau kriteria pencapainnya).
B.
ISO
9000
ISO 9000 merupakan standar mutu yang sangat populer di
seluruh dunia. ISO 9000 adalah suatu standar internasional untuk sistem
manajemen mutu. Standar tersebut menetapkan persyaratan-persyaratan dan
rekomendasi yang mendasar bagi organisasi apapun yang berminat untuk menerapkan
standar ini.Berdasarkan definisi tersebut, maka sistem manajemen mutu ISO 9000
dapat didefinisikan sebagai standar sistem manajemen mutu yang mengelola proses
pencapaian mutu. Sistem tersebut mengatur hubungan antara supplier, lembaga,
dan konsumen. Oleh karena itu, sistem manajemen mutu ISO 9000 sama sekali tidak
berbicara tentang mutu suatu produk, tetapi berbicara tentang proses pencapaian
suatu tingkat mutu tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa lembaga yang akan
mengadopsi sistem tersebut perlu menetapkan spesifikasi/persyaratan karakteristik
mutu produk dan prosesnya.
Proses perkembangan menuju era mutu merupakan proses yang
cukup panjang dengan melewati berbagai pengalaman dan pendekatan metode yang
bermacam-macam. Perkembangan mutu yang terjadi tidak lepas dari awal perubahan
era menuju era industri dimana mulai dipergunakannya mesin-mesin untuk membantu
proses produksi. Secara garis besar perkembangan atau evaluasi mutu adalah era
tanpa mutu, era inpeksi, era pengendalian mutu, era jaminan mutu, era manajemen
mutu terpadu, era Sistem Manajemen Mutu (ISO).
ISO ( International Organization for Standardization)
adalah organisasi standar internasional yang didirikan pada tahun 1947 ,
berkedudukan di Janewa Swiss. Saat ini ISO beranggotakan 170 negara termasuk
Indonesia. ISO 9000 itu adalah salah satu dari seri Standar Internasional untuk
sistem Manajemen Mutu (SMM). Seri standar ISO 9000 digunakan untuk memperagakan
kemampuan organisasi untuk taat asas dalam memberikan produk yang memenuhi
permintaan pelanggan dan peraturan yang berlaku. Tujuannya untuk meningkatkan
kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem manajemen mutu secara efektif,
termasuk proses perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement). ISO 9001:2000 merupakan persyaratan standar
sistem manajemen mutu (quality management system) versi tahun 2000 yang
merupakan edisi kedua (ISO 9001:1994, ISO 9002:1994 dan ISO 9003:1994).
Sedangkan edisi pertamanya dikeluarkan pada tahun 1987.
Penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 pada
dasarnya dibagi menjadi empat tahap yaitu :
a.
Tahap persiapan
Pada
tahap ini dilakukan langkah-langkah persiapan seperti; analisis dan pengkajian
terhadap kondisi lembaga secara mendalam, membentuk steering committee, tim
penyusun dokumen dan yang terpenting adalah membangun komitmen untuk menerapkan
sistem manajemen mutu ISO 9001:2000.
b.
Tahap Penyusunan dan Pengesahan Dokumen
Pada
tahap ini dilakukan penulisan dan pengesahan dokumen antara lain: kebijakan
mutu, sasaran mutu, pedoman mutu, prosedur operasi standar, instruksi kerja,
dan formulir.
c.
Tahap implementasi
Tahap
ini merupakan tahap implementasi atau penerapan sistem manajemen mutu yaitu
dengan melaksankan semua ketentuan yang telahditulis di dalam dokumen. Pada
tahap ini selalu ada kemungkinan untuk merevisi dokumen, bila dalam penerapannya
ditemukan kesalahan atau kesulitan. Tahap ini dianggap mencukupi bila telah
dijalani sekurang-kurangnya 3 bulan dan telah menghasilkan rekaman sebagai
bukti pelaksanaan.
d.
Tahap registrasi
Tahap
registrasi dilakukan bila lembaga telah meyakini bahwa dokumen sistem mutu
telah tersusun dan diterapkan sesuai persyaratan standar ISO 9001:2000. untuk
maksud tersebut lembaga dapat mengajukan pemohonan kepada sebuah badan
sertifikat untuk dilaksanakan audit sertifikat guna memperoleh sertifikat ISO
9001:2000.
C.
Sistem
Manajeman Produksi TQM
Konsep Total Quality Management (TQM) dikembangkan
pertama kali pada tahun 1950-an (setelah berakhirnya Perang Dunia II) oleh
seorang ilmuwan AS bernama Dr. W. Edwards Deming, dalam rangka memperbaiki mutu
dari produk dan pelayanan yang dihasilkan oleh industri-industri di Amerika
Serikat. Dr. Deming adalah salah seorang ahli statistik terkenal di AS, pada
saat itu konsep ini tidak begitu diperhatikan secara serius oleh bangsa Amerika
sampai akhirnya Dr. Deming ditugaskan ke Jepang bersama sejumlah tenaga ahli AS
lainnya. Para ahli tersebut dikirim oleh pemerintah AS dalam rangka membawa
pengaruh barat ke Jepang. Di Jepang ia kemudian mengadakan diskusi-diskusi dan
seminar-seminar tentang prinsip-prinsip efisiensi industri, dimana diskusi ini
diikuti secara serius oleh 45 orang CEO dari perusahaan-perusahaan di Jepang.
Dalam diskusi tersebut Dr. Deming mengemukakan 4 hal penting:
1.
Sebuah organisasi bisnis harus
mengetahui dan tanggap terhadap kebutuhan pelanggannya. Tanpa pelanggan,
berarti tidak akan ada pesanan, dan tanpa pesanan berarti tidak akan ada
pekerjaan.
2.
Pentingnya melakukan survei terhadap
kebutuhan-kebutuhan dan harapan pelanggan.
3.
Pengelolaan Sumber Daya Manusia.
4.
Menciptakan keinginan untuk melakukan
perbaikan secara terus menerus.
Keempat hal yang dikemukakan oleh Dr. Deming tersebut
sangat berpengaruh bagi bangsa Jepang yang kemudian mengadopsinya untuk
menghidupkan kembali bisnis dan industri mereka yang hancur setelah perang.
Pada akhirnya dengan konsep ini Jepang berhasil mendominasi pasar dunia pada
tahun 1980-an sampai sekarang. Sehingga merepotkan sebagian besar industri
manufaktur AS yang masih terlena dengan model manufaktur perakitan biasa,
padahal model tersebut tidak cocok lagi digunakan dalam pasar ekonomi global
modern.
Bangsa Jepang mengadopsi konsep-konsep Dr. Deming
tersebut dengan menerapkan fungsi-fungsi mutu seperti Bagan Kontrol (Control
Chart), Kehandalan Proses (Process Capability), dan lain-lain. Mereka
menerapkannya secara menyeluruh dan konsisten di seluruh perusahaan. Pada tahun
1960 berhasil dibentuk konsep Quality Control Circle (QCC) yang secara
operasional menjalankan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act). Siklus PDCA sendiri
adalah suatu metode yang dipakai dalam TQM untuk menghasilkan
perbaikan/peningkatan mutu secara berkesinambungan dalam rangka mencapai
kepuasan pelanggan.
D.
Sistem
Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Pengertian Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan
Kerja) menurut Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja ialah bagian dari sistem secara keseluruhan yang meliputi
struktur organisasi, perencanaan, tanggung-jawab, pelaksanaan, prosedur, proses
dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian,
pengajian dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam
rangkapengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya
tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
E.
OHSAS
18000
Sistem Manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
menurut standar OHSAS 18001:2007 ialah bagian dari sebuah sistem manajemen
organisasi (perusahaan) yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan
Kebijakan K3 dan mengelola resiko K3organisasi (perusahaan) tersebut.
Elemen-Elemen Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja bisa beragam tergantung dari sumber (standar) dan aturan yang kita
gunakan. Secara umum, Standar Sistem Manajemen Keselamatan Kerja yang sering
(umum) dijadikan rujukan ialah Standar OHSAS 18001:2007, ILO-OSH:2001 dan
Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja.
F.
Standar
Manajemen Lingkungan
Tahun 1996-1998, serangkaian seminar, lokakarya,
penelitian dan proyek percontohan Sistem Manajemen Lingkungan telah diprakarsai
oleh Kementerian Lingkungan Hidup, bekerjasama dengan BSN dan berbagai pihak.
Dengan perannya sebagai fasilitator dalam pengembangan ISO 14000 di Indonesia,
Kementerian Lingkungan Hidupmenyediakan media bagi semua pihak yang
berkepentingan untuk aktif dalam program pengembangan standar ISO 14000, yaitu
melalui Kelompok Kerja Nasional ISO 14000 (Pokjanas ISO 14000).
Kelompok kerja tersebut sampai saat ini masih aktif dalam
melaksanakan diskusi-diskusi membahas penerapan standar ISO 14000. Sekretariat
Pokjanas ISO 14000 tersebut difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Asisten Deputi Urusan Standarisasi dan Teknologi. Untuk menfasilitasi penerapan
standar ISO 14000 di Indonesia dan mempermudah penerapan dilapangan serta untuk
menyamakan persepsi mengenai pelaksanaannya, maka Kementerian Lingkungan Hidup
bekerjasama dengan BSN telah melakukan adopsi terhadap beberapa Standar
Internasional ISO 14000 menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Standar yang
telah diadopsi tersebut diantaranya:
1.
Sistem Manajemen Lingkungan-Spesifikasi
dengan Panduan Penggunaan (SNI 19-14001-1997).
2.
Sistem Manajemen Lingkungan-Pedoman Umum
Prinsip Sistem dan Teknik Pendukung (SNI19-14004-1997).
3.
Pedoman Audit Lingkungan-Prinsip Umum
(SNI 19-1410-1997).
4.
Pedoman Untuk Pengauditan Lingkungan –
Prosedur Audit – Pengauditan Sistem Manajemen Lingkungan (SNI 19-14011-1997).
5.
Pedoman Audit untuk Lingkungan –
Kriteria Kualifikasi untuk Auditor Lingkungan (SNI 19-14012-1997).
G.
ISO
14000
ISO atau International Organization For Standartization
yang berkedudukan di Jenewa Swiss adalah badan federasi internasional dari
badan-badan standarisasi yang ada di 90 negara. Persetujuan internasional yang
telah disepakati bersama merupakan hasil utama dari badan internasional ini.
ISO (International Standarisation Organisation) adalah organisasi
non-pemerintah dan bukan merupakan bagian dari PBB atau WTO (World Trade
Organization) walaupun Standar-standar yang dihasilkan merupakan rujukan bagi
kedua organisasi tersebut. Anggota ISO, terdiri dari 110 negara, tidak terdiri
dari delegasi pemerintah tetapi tersusun dari institusi standarisasi nasional
sebanyak satu wakil organisasi untuk setiap negara.
ISO 14000 adalah standar sistem pengelolaan lingkungan
yang dapat diterapkan pada bisnis apa pun, terlepas dari ukuran, lokasi atau
pendapatan. Tujuan dari standar adalah untuk mengurangi kerusakan lingkungan
yang disebabkan oleh bisnis dan untuk mengurangi polusi dan limbah yang
dihasilkan oleh bisnis. Versi terbaru ISO 14000 dirilis pada tahun 2004 oleh
Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) yang memiliki komite
perwakilan dari seluruh dunia. ISO-14000 memiliki beberapa seri, yaitu :
1.
ISO 14001 : Sistem Manajemen
Lingkungan
2.
ISO 14010 – 14015 : Audit Lingkungan
3.
ISO 14020 – 14024 : Label Lingkungan
4.
ISO 14031 : Evaluasi Kinerja
Lingkungan
5.
ISO 14040 – 14044 : Assessment/Analisa Berkelanjutan
6.
ISO 14060 : Aspek Lingkungan dari
Produk
Tujuan utama dari serangkaian norma-norma ISO 14000
adalah untuk mempromosikan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan
efisien dalam organisasi dan untuk menyediakan tools yang berguna dan
bermanfaat – misalnya penggunaan biaya yang efektif, system-based, fleksibel
dan sehingga mencerminkan organisasi yang baik. ISO 14000 menawarkan guidance
untuk memperkenalkan dan mengadopsi sistem manajemen lingkungan berdasar pada
praktek-praktek terbaik, hampir sama di ISO 9000 pada sistem manajemen mutu
yang sekarang diterapkan secara luas. ISO 14000 ada untuk membantu organisasi
meminimalkan bagaimana operasi mereka berdampak negatif pada lingkungan.
Struktur ini mirip dengan ISO 9000 manajemen mutu dan keduanya dapat
diimplementasikan berdampingan. Agar suatu organisasi dapat dianugerahi
sertifikat ISO 14001 mereka harus diaudit secara eksternal oleh badan audit
yang telah terakreditasi. Badan sertifikasi harus diakreditasi oleh ANSI-ASQ,
Badan Akreditasi Nasional di Amerika Serikat, atau Badan Akreditasi Nasional di
Irlandia.
Sumber :
1. Sumber 1
2. Sumber 2
3. Sumber 3
4. Sumber 4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar